Jembatan Merah Putih di Keerom Diresmikan, Hubungkan Tiga Kampung
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang meresmikan penggunaan Jembatan Garuda Merah Putih di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua/ Findi Rakmeni
JAYAPURA, KOMPAS.com – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (13/8/2026). Jembatan tersebut merupakan salah satu dari 30 titik jembatan yang telah selesai dibangun Kodam XVII/Cenderawasih dalam program pembangunan infrastruktur TNI Angkatan Darat. Peresmian dilakukan setelah Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan secara virtual program pembangunan 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik sarana air bersih di berbagai wilayah Indonesia dari Jakarta. Baca juga: Jembatan Berusia 53 Tahun di Lampung Tengah Putus, Akses Warga hingga Layanan Kesehatan Terganggu Febriel mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat untuk meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan kawasan perbatasa
“Di wilayah tanggung jawab Kodam XVII/Cenderawasih, terdapat 76 jembatan yang sedang kita lakukan pembangunan. Sebanyak 30 titik sudah selesai, termasuk salah satunya yang berada di Kampung Wonorejo,” ujar Febriel. Pembangunan jembatan tersebut tidak hanya dilakukan di Provinsi Papua, tetapi juga mencakup Papua Pegunungan dan Papua Tengah. Selain 76 jembatan yang tengah dikerjakan, Kodam XVII/Cenderawasih juga telah melakukan asesmen terhadap 95 titik tambahan untuk pembangunan jembatan berikutnya. Menurut Febriel, jembatan yang telah dibangun memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sebanyak 32.824 kepala keluarga atau sekitar 133.081 jiwa menjadi penerima manfaat. Keberadaan infrastruktur tersebut juga meningkatkan konektivitas di sekitar 140 desa dan kampung serta membuka akses menuju berbagai fasilitas dasar, seperti sekolah, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi. “Setidaknya ada 252 unit sekolah, 121 unit fasilitas kesehatan, dan 412 fasilitas ekonomi yang memanfaatkan jembatan yang sudah kita bangun,” ungkapnya.